Sebagai guru, kami memahami bahwa tidak semua kegelisahan siswa dapat tersampaikan secara langsung. Ada banyak hal yang mereka pendamβentah karena takut, malu, atau bingung harus mulai dari mana.
Bundaku.ID hadir sebagai ruang digital yang aman dan nyaman untuk mereka bercerita dan berkonsultasi.
Ini bukan hanya platform, tapi bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan mental dan perkembangan karakter anak-anak di sekolah.
Menjadi ruang konseling digital yang terpercaya dan ramah pelajar, sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang peduli, mendengar, dan mendampingi setiap langkah siswa.
Siswa dapat menyampaikan perasaan, masalah, atau keresahan melalui tautan yang terhubung langsung ke WhatsApp guru BK. Privasi dijaga sepenuhnya.
Fitur pengajuan jadwal konseling yang memungkinkan siswa memilih waktu pertemuan yang sesuai dan tanpa tekanan. Semua dijadwalkan atas persetujuan kedua belah pihak.
Guru BK dapat memantau jumlah konsultasi, status pengajuan, dan histori pendampingan dengan mudah melalui dasbor sistem yang terintegrasi.
yang butuh ruang bercerita tanpa takut.
yang ingin menjangkau siswa lebih cepat dan efisien.
yang ingin membangun lingkungan yang lebih ramah mental dan emosional.
Guru Bimbingan dan Konseling, SMA Negeri 5 Balikpapan
Bu Nurul adalah seorang guru Bimbingan dan Konseling yang telah mengabdikan diri lebih dari 15 tahun untuk mendampingi perkembangan siswa, tidak hanya secara akademik, tetapi juga secara emosional dan mental. Kepeduliannya terhadap anak-anak yang sering merasa kesepian, bingung, atau takut bercerita, menjadi dasar lahirnya Bundaku.ID β sebuah inovasi digital berbasis sekolah yang menyediakan ruang aman untuk curhat dan konseling.
Sebagai pendidik, Bu Nurul percaya bahwa sekolah harus menjadi tempat yang ramah jiwa, bukan hanya tempat belajar. Melalui Bundaku.ID, beliau ingin menghapus jarak antara siswa dan guru, dan menghadirkan pendampingan yang lebih cepat, lebih nyaman, dan tetap menjaga kerahasiaan.
Dengan pendekatan yang humanis, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, Bu Nurul terus mendorong terciptanya budaya konseling yang sehat, hangat, dan membangun. Ia percaya, bicara adalah awal dari pulih, dan setiap anak berhak untuk didengar.